Gigitan Bayi Berbahaya Bagi Kesehatan Si kecil

kebiasaan menggigit pada anak

Gigitan bayi atau yang biasa di sebut dengan Teether ternyata mempunyai efek yang berbahaya bagi si kecil. Gigitan bayi biasanya digunakan oleh bayi saat mengalami pertumbuhan gigi agar si kecil tidak terlalu merasakan sakit pada gusi nya. Maka dari itu orang tua membelikan gigitan bayi dan sudah berlabel BPA-free atau non-toxic.

Tetapi setelah dilakukan penelitian lagi di Amerika Serikat ternyata teether yang sudah berlabel tidak 100%  aman karena masih ada zat kimia yang terkandung didalamnya.

Zat Kimia Berbahaya Yang Terdapat Di Gigitan Bayi

Seorang ilmuwan melakukan penelitian terhadap 50 an teether yang berbentuk gel, padat dan yang berisi air. Mereka menguji sample untuk mengetahui zat kimia yang terkandung dalam gigitan bayi atau biasa disebut dengan bahan kimia endocrine-disrupting (bahan kimia yang mempengaruhi kelenjar endokrin di dalam otak).

Endocrine-disrupting mempunyai efek yang sangat luar biasa seperti gangguan pada saraf, sistem kekebalan tubuh, mengganggu keseimbangan hormon, gangguan terhadap tumbuh kembang anak dan gangguan reproduksi serta masalah kesehatan lainnya.

Seorang ilmuwan mengatakan “kami menguji gigitan bayi sebagai langkah awal untuk membuka mata kita karena saat ini gigitan bayi hadir dalam bentuk dan bahan baku yang berbeda. Gigitan bayi yang berbahan gel dan berisi air memakai zat pengawat Paraben yang bisa saja mengganggu sistem kerja kelenjar endokrin”.

 

Untuk melakukan penelitiannya, mereka menggunakan berbagai macam gigitan bayi dan direndam di dalam air selama kurang lebih satu jam dan menemukan adanya Bishpenol-A dan beberapa jenis pengawet dan antimikroba dalam tingkatan yang berbeda.

Termasuk triclosan dan triclocarbon, luruh pada air dari sebagian besar gigitan bayi yang diuji. Bahan-bahan kimia berbahaya tersebut kebanyakan muncul dari produk yang berlabel BPA-free dan non-toxic.

Sebagai seorang orang tua, setelah ada penemuan ini sangatlah meresahkan. Tidak seperti mainan anak yang dipegang, gigitan bayi masuk ke dalam mulut bayi sehingga paparannya langsung masuk ke tubuh bayi. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

Dr. Tara Narula dari CBS News Medical menyatakan bahwa bayi yang terpapar bahan kimia endocrine-disrupting beresiko terkena asma, diabetes, kelainan pada syaraf, obesitas, dan sistem reproduksi yang tidak normal.

Setelah mengetahui tentang penemuan ini semoga orang tua bisa membantu para pemangku kebijakan untuk membuat hukum yang lebih tegas untuk melindungi bayi dari paparan bahan kimia berbahaya pada gigitan bayi dan produk bayi lainnya.

Seorang ilmuwan merekomendasikan wafel beku sebagai pengganti gigitan bayi plastik, meski tidak bisa digunakan berulangkali, tapi wafel lebih aman untuk bayi. Orang tua juga bisa menggantinya dengan buah atau sayuran seperti wortel rebus atau pisang yang dibekukan.

Semoga orang tua bisa terbuka mata nya dengan adanya info dan penemuan ini mengganti gigitan bayi anak menjadi makanan atau bahan yang aman.